
Universitas Darunnajah (UDN) dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) dan Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I). Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di sela kegiatan forum nasional yang mempertemukan para tokoh pendidikan, akademisi, dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah. Momentum ini dimanfaatkan kedua institusi untuk memperluas jejaring kolaborasi yang berbasis nilai keislaman dan keilmuan. Kehadiran forum ini juga memperkuat posisi pesantren sebagai mitra penting dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Perwakilan dari pihak UDN antara lain, K.H. Sofwan Manaf dan Dr. Much Hasan Darojat. Serta turut dihadiri juga oleh Prof. Gunawan Suryoputro selaku Rektor UHAMKA, Tata Taufik selaku Ketua Umum Perhimpunan P2I, Zulkifli Muhadli selaku Ketua Umum FPAG, Anisia Kumala Masyhadi, Desvian Bandarsyah, Prof. Nani Solihati dan Muhammad Dwifajri selaku Wakil Rektor UHAMKA.

Kerja sama antara UDN dan UHAMKA mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga kolaborasi riset. Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk mengoptimalkan program pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berfokus pada pemberdayaan pesantren dan komunitas sekitar. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, baik secara akademik maupun sosial.
Sementara itu, perwakilan UHAMKA menilai bahwa kemitraan ini menjadi peluang besar untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing institusi. Dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki, kedua universitas diharapkan dapat menciptakan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia juga menegaskan pentingnya integrasi nilai keislaman dalam setiap program yang dijalankan.
Forum FPAG dan P2I sendiri menjadi wadah strategis bagi para alumni Gontor dan pengasuh pesantren untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Melalui forum ini, berbagai gagasan dan inisiatif dapat dikembangkan secara bersama, termasuk dalam bidang pendidikan tinggi. Penandatanganan MoU ini menjadi salah satu contoh konkret dari semangat kolaboratif tersebut.
Ke depan, UDN dan UHAMKA berkomitmen untuk segera menindaklanjuti kesepakatan ini melalui program-program nyata. Implementasi kerja sama akan difokuskan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Dengan langkah ini, kedua institusi berharap dapat berkontribusi lebih luas dalam memajukan pendidikan Islam di Indonesia.
