
Universitas Darunnajah Jakarta menggelar kegiatan Al-Qiyaadatu Bil Hubbi pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Aula Al Ghazali. Kegiatan ini diikuti oleh segenap dosen, pengelola dan mahasiswa Universitas Darunnajah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., Dr. Much Hasan Darojat selaku Presiden dan Rektor Universitas Darunnajah.
Dalam sambutannya, Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., Presiden Universitas Darunnajah, menyampaikan rasa hormat yang mendalam atas kehadiran Syekh Abdul Aziz bin Abdurrahman al‑Tsani. Beliau menyatakan, “Kami merasa terhormat dapat menyambut Syekh Abdul Aziz, yang telah menjadi teladan bagi kami semua. Universitas Darunnajah, sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada pembinaan agama, ilmu pengetahuan modern, serta karakter kepemimpinan, sangat berharap untuk memperkuat hubungan dan menjalin kerja sama lebih lanjut dengan universitas-universitas di Qatar dan lembaga pendidikan di dunia Islam.”
Presiden Universitas juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam memperkaya pengalaman akademik, memperluas wawasan ilmiah, dan meningkatkan kualitas pendidikan di kampus. “Kami berharap, kunjungan ini akan membuka pintu bagi berbagai peluang kerja sama yang bermanfaat untuk pengembangan pendidikan, riset, dan kepemimpinan di masa depan.”
Syaikh Abdul Aziz Abdul Rahman Al-Thani dalam pemaparannya menyampaikan kebahagiaannya atas hubungan sosial dengan Indonesia yang telah terjalin selama lebih dari 30 tahun. Beliau menekankan pentingnya mempelajari kepemimpinan yang meneladani Rasulullah SAW, khususnya kepemimpinan yang berlandaskan cinta, kasih sayang, dan keteladanan akhlak.
Beliau juga memaparkan hasil penelitian kepemimpinannya terhadap lima tokoh, yakni Rasulullah SAW, Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Aziz, Syekh Jasim, dan Syekh Hamad. Menurutnya, hanya Rasulullah SAW yang memiliki seluruh unsur kepemimpinan secara sempurna, termasuk sifat memaafkan, membantu, dan memuliakan orang-orang yang lebih dahulu berjuang dalam Islam.
Dalam pemaparannya, Syaikh Abdul Aziz menjelaskan lima ciri utama pemimpin, yaitu memiliki cita-cita luhur, visi yang terencana, inisiatif dan semangat, nilai serta keterampilan, serta kesungguhan dalam meraih kesuksesan. Beliau juga menyampaikan dua nasihat emas, yakni pentingnya menjadi pemimpin yang takut kepada Allah SWT dan membangun pergaulan dengan orang-orang yang memiliki cita-cita tinggi.
Di akhir acara tersebut, Universitas Darunnajah juga menggelar Penandatanganan Implementing Agreement (IA) dengan Majelis Alumnus dan Pekerja Kemanusiaan Organisasi Kerjasama Islam (OIC) yang berbasis di Jeddah, Arab Saudi. Penandatanganan IA ini menandai dimulainya kerjasama strategis yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Universitas Darunnajah.
Kerjasama ini juga menjadi salah satu langkah penting Universitas Darunnajah untuk memperluas jaringan internasional, serta memperkuat posisi universitas dalam kancah pendidikan global. Dengan demikian, penandatanganan IA ini tidak hanya memperkuat hubungan antara Universitas Darunnajah dan OIC, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia dan dunia Islam secara umum.

