
Jakarta – Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia menghadapi tantangan besar di era modern: bagaimana mempertahankan nilai-nilai tradisional sambil terus beradaptasi dengan tuntutan manajemen kontemporer. Menjawab tantangan ini, Universitas Darunnajah dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta resmi menjalin kerjasama strategis untuk penguatan manajerial pesantren.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kerjasama Universitas Darunnajah, Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, bersama Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, H. Rahmat Zaelan Kiki, S.Ag., M.M., dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Kampus Universitas Darunnajah, Jakarta Selatan, Selasa (18/2).
Yang menarik, momen bersejarah ini dirangkaikan dengan bedah buku berjudul “Manajemen Pondok Pesantren” – sebuah karya yang dinantikan kalangan pengelola pesantren. Hadir sebagai pembedah para tokoh pendidikan pesantren nasional: Prof. Din Wahid (Sekretaris Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah), H. Rahmat Zaelan Kiki, S.Ag., M.M. (Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta), Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf (Presiden Universitas Darunnajah), dan Dr. Gurutta Basnang Said (Direktur Pesantren Kementerian Agama RI).
Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf dalam sambutannya menegaskan bahwa kerjasama ini lahir dari keprihatinan bersama terhadap masih banyaknya pesantren yang dikelola secara tradisional tanpa sistem manajemen yang terdokumentasi dengan baik.
“Pesantren selama ini kuat dalam spiritualitas dan kedalaman ilmu agama, tetapi sering lemah dalam administrasi, pencatatan keuangan, dan pengelolaan sumber daya manusia. Universitas Darunnajah sebagai bagian dari keluarga besar pesantren ingin berkontribusi nyata untuk membantu pesantren-pesantren lain agar semakin profesional tanpa kehilangan ruh kesantriannya,” ujar KH. Sofwan Manaf.
Sementara itu, H. Rahmat Zaelan Kiki, S.Ag., M.M., menambahkan bahwa Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta selama ini memiliki ribuan pesantren binaan yang membutuhkan pendampingan manajerial.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kerjasama dengan Universitas Darunnajah ini akan menjadi model kolaborasi ideal antara perguruan tinggi dan asosiasi pesantren. Program-program konkret seperti pelatihan tata kelola keuangan pesantren, digitalisasi administrasi, dan pengembangan sumber daya manusia pengelola pesantren akan segera kami realisasikan,” tegasnya.
Bedah buku “Manajemen Pondok Pesantren” menghadirkan perspektif lintas organisasi kemasyarakatan. Prof. Din Wahid dari Muhammadiyah mengapresiasi buku ini sebagai jembatan yang mempertemukan pengalaman manajerial pesantren dari berbagai latar belakang.
“Yang menarik dari buku ini adalah pendekatannya yang praktis. Bukan hanya teori manajemen modern, tetapi bagaimana teori itu dibumikan di lingkungan pesantren yang unik. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca semua pengasuh pesantren, baik NU, Muhammadiyah, maupun lainnya,” papar Prof. Din Wahid yang dikenal sebagai pakar pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, Wakil Rektor III Bidang Kerjasama, menjelaskan bahwa kerjasama ini tidak akan berhenti pada seremonial belaka. Pihaknya telah menyusun peta jalan (roadmap) program selama satu tahun ke depan yang mencakup:
1. Pelatihan Manajemen Pesantren Berbasis Teknologi – membantu pesantren mendigitalisasi administrasi dan keuangan
2. Pendampingan Penyusunan Kurikulum Terpadu – memadukan kurikulum pesantren salaf dengan keterampilan abad 21
3. Forum Silaturahim Pengelola Pesantren Se-Jabodetabek – sebagai wadah berbagi praktik baik manajerial
4. Program Magang Pengelola Pesantren – belajar langsung manajemen modern di Universitas Darunnajah
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi pesantren mana pun yang ingin belajar dan berkolaborasi. Mari kita angkat martabat pesantren dengan manajemen yang profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga lulusan pesantren tidak hanya unggul secara spiritual tetapi juga siap bersaing di dunia kerja dan usaha,”
Peserta yang hadir sangat antusias menyambut inisiatif ini. Salah satunya ada peserta dari salah satu pengasuh Pondok Pesantren, mengaku selama ini kesulitan dalam mengelola administrasi santri dan keuangan yang semakin kompleks.
“Kami punya 800 santri, tapi pengelolaannya masih manual. Sering terjadi miss komunikasi antara bagian keuangan dan bagian akademik. Semoga dengan program dari Universitas Darunnah ini, kami bisa belajar membuat sistem yang lebih rapi,” harapnya.
Peserta yang hadir sebanyak 280 orang yang diantaranya adalah pengasuh pesantren, jajaran rektorat, dosen dan pengelola UDN serta mahasiswa/i UDN. Acara ini ditutup dengan pembacaan doa bersama dan foto bersama. Semangat kolaborasi terasa kuat, menandai era baru penguatan manajerial pesantren yang lebih modern, profesional, namun tetap menjaga nilai-nilai yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren Indonesia.
Apakah pesantren Anda siap bertransformasi menuju manajemen yang lebih profesional? Mari bersama Universitas Darunnajah dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, kita wujudkan pesantren yang unggul dalam spiritual, modern dalam pengelolaan!
NB: Bagi pesantren yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang program kerjasama ini, dapat menghubungi Kantor Kerjasama Universitas Darunnajah di nomor [0881 0258 24656] atau email [bidangkerjasama@darunnajah.ac.id].
